Ketika manusia masih berwujud janin dan ada didalam kandungan seorang Ibu, ia ingin sekali segera terlahirkan dan melihat Surga Dunia. Namun keinginan tersebut tidak serta merta dalam sekejab bisa terwujudkan melainkan harus menantikan waktu yang cukup panjang, sekitar 40 minggu atau 9.5 bulan. Ketika janin sudah berwujud bayi ia selalu berusaha untuk menggerakan dirinya meski masih didalam perut. Karena ia mempunyai suatu tujuan yaitu terlahir kedunia.
Empat Puluh minggu berlalu, lahirlan menjadi seorang bayi yang sangat lucu, ia berusaha menangis (entah takut dengan dunia baru atau bahagia karena telah terlahir) dan berusaha meminta kasih sayang dari kedua oarang tuanya. Tiga tahun kemudian jadilah seorang anak kecil yang dapat dan bahkan selalu mengubah keadaan didalam rumah bagaikan sebuah surga yang penuh dengan kebahagiaan, ketentramaan, dan kedamaian.
Tahun demi tahun berlalu, kini jadilah seorang yang sudah memasuki usia dewasa awal. Pada usia ini, ia selalu berusaha mewujudkan segala keinginannya demi mencapai kesuksesannya. Namun usahnya masih jauh dari keberhasilan tetapi hal tersebut bukanlah KEGAGALAN melainkan KESUKSESAN yang tertunda. Kembali ia belajar dari janin yang masih ada dalam kandungan, butuh waktu berminggu-minggu untuk merasakan segarnya udara, indahnya dunia, dan pertemuan dengan orang tua.
Beberapa tahun kemudian, tak disangka hari demi hari telah terlewati namun ia masih gigih dan penuh percaya diri untuk selalu berjuang dan semangat agar dapat mencapai kesusksesan yang diinginkan. Sembahyang (berdoda) dan restu dari orang tua merupakan salah satu kunci KESUKSESAN seseorang.
Pada akhirnya KESUKSESANpun telah tiba, waktu yang telah dinantikan dan kini ia telah berhasil lagi meciptakan isi rumah yang penuh dengan kebahagiaan, ketentramaan, dan kedamaian karena keberhasilannya. KESUKSESAN butuh waktu, pengorbanan, perjuangan, kesabaran, sikap teguh dan yang paling penting adalah restu dari Sang Hyang Widhi (Tuhan) dan kedua orang tua.
Komentar
Posting Komentar