Langsung ke konten utama

Putra Śīva Berkepala Gajah

Kisah ini diangkat dari kitab Śīva Purāṇa. Dikisahkan Śīva dan Parwati telah memiliki seorang putra bernama Kartikeya dan seorang Putri bernama Sundari, keduanya telah tumbuh dewasa, dan masing-masing telah memiliki dan mengemban tanggung jawabnya masing-masing.

Parwati merasa kesepian berada di rumahnya, dan berniat menciptakan seorang putra yang akan menjaganya dalam situasi apapun. Kemudian dalam meditasinya yang dalam, Ia membayangkan seorang putra dan membuat patung dari tanah liat. Setelah terbentuk, Ia kemudian berdoa kepada Śīva, Śīva hadir dalam diri Parwati dan menghidupkan patung tersebut. Seorang bayi laki-laki telah hidup di depan Parwati yang akan menghiburnya. Parwati sangat gembira dan bahagia. Ia bercengkrama dengan bayi ajaib yang penuh dengan anugrah kesaktian dan Bhakti.


Suatu hari Parwati ingin mandi, Ia tidak ingin ada seorangpun datang mengganggu ritual mandinya. Ia meminta putranya untuk berjaga di depan ruang mandi dan berpesan agar putranya melaksanakan perintahnya dengan penuh ketaatan. Putranya bersedia melaksanakan tugas tersebut dan mulai berjaga. Beberapa saat kemudian, Dewa Śīva datang. Ia ingin menemui Parwati. Putranya tidak mengenali bahwa tamu yang datang adalah ayahnya. Ia mencegah Śīva memasuki ruangan dan menjelaskan bahwa Ia sedang melaksanakan perintah ibunya. Terjadilah dialog di antara keduanya. Mereka saling mempertahankan keinginan mereka. Kata-kata yang dikeluarkan oleh anak kecil ini, demikian arogan, sombong dan keras kepala. Hal ini membuat Śīva menjadi marah. Dialog tidak lagi berguna, merekapun saling beradu kekuatan. Mereka bertarung satu sama lain, Śīva melihat kemampuan anak kecil ini. Śīva perlu memberi pelajaran penting atas kejadian ini. Śīva melepaskan Tri Sula nya untuk mengakhiri keangkuhan sang anak.

Tepat setelah kejadian tersebut, Parwati telah menyelesaikan ritual mandinya dan keluar ruangan. Ia sangat terkejut melihat apa yang terjadi. Ia menangis dan berteriak juga marah kepada Śīva. Parwati mengatakan bahwa Ia akan menghancurkan alam semesta beserta isinya. Śīva telah berani memisahkan seorang ibu dari putranya. Melihat hal ini, para Dewa datang dan bergetar melihat kejadian ini. Śīva mencoba menenangkan Parwati, dengan mengatakan bahwa, Śīva akan memberi anugrah dan menghidupkan kembali putranya dengan syarat mengganti kepala ganesha dengan mahkluk lain. Setelah mendengar hal itu, Parwati menjadi tenang dan kemudian segera meminta para gana, para Rsi dan para Dewa untuk membantunya menemukan makhluk yang pertama kali ditemui.

Dalam pencariannya, Para Gana menemukan seekor gajah yang sedang mabuk dan tertidur dalam posisi yang melanggar aturan. Atas pelanggaran tersebut, kemudian para Gana memenggal kepala gajah tersebut dan membawanya kepada Śīva dan Parwati. Śīva memasang kepala gajah tersebut pada tubuh putranya. dan Putranya hidup kembali, Ia memberi nama Ganesha. Ia yang menjadi pemimpin para Gana. Ia yang telah dibebaskan dari sifat-sifat keangkuhan dan ketamakan.  


Sumber: Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas XII Tahun 2021

Komentar