Ajaran Punarbhawa Sebagai Wahana Memperbaiki Kualitas Diri
A. Punarbhawa Sebagai Wahana Memperbaiki Kualitas Diri
B. Nilai-nilai Ajaran Punarbhawa Sebagai Wahana Memperbaiki Kualitas Diri
C. Cara Menghubungkan Ajaran Punarbhawa dengan Karmaphala Sebagai Wahana Memperbaiki Kualitas Diri
D. Implikasi Penerapan Ajaran Punarbhawa Terhadap Kualitas Diri
Untuk Fase E Kelas X
SKAVELA
Tujuan Pembelajaran
Melalui berbagai metode dan model pembelajaran peserta didik mampu menerapkan prinsip-prinsip ajaran punarbhawa sebagai aspek untuk memperbaiki kualitas diri. Hal ini dilakukan untuk melatih dirinya dalam memahami akan kecintaannya kepada Hyang Widhi Wasa dan menerapkanya dalam kehidupan keluarga, sekolah, masyarakat, bangsa dan negara, serta memberikan ruang diskusi untuk menganalisis kepada peserta didik merdeka belajar dan memiliki kebijaksanaan dalam hidup sehingga terbangun sikap bijaksana dalam beragama.
Punarbhawa Sebagai Wahana Memperbaiki Kualitas Diri
Hakikat Hukum Karma
- Weda mengajarkan bahwa semua manusia pada hakikatnya memiliki kesadaran yang disebut dengan jiwatman.
- Berdasarkan bahasa Sanskerta, punarbhawa terbentuk dari dua kata, yaitu Punar artinya lagi dan bhawa artinya menjelma. Dengan demikian, punarbhawa berarti kelahiran yang terulang ke dunia yang disebabkan oleh karma dan wasana dari kehidupan seseorang tersebut.
- Rahasia kelahiran yang berulang-ulang ke dunia disebabkan oleh karma wasana dari suatu kehidupan yang lain, sebelum seseorang mengetahui hakikat sang diri.
Pengetahuan tersebut diuraikan pada Bhagawadgita sebagai berikut:
Janma Karma ca me divyam
evaṁ yo vetti tatvataḥ,
tyaktvā deham purnarjanma
naiti mām eti so rjuna.
Terjemahannya:
Ia yang mengetahui sebenarnya kelahiran suci dan karya-Ku, ia tidak
lahir lagi, jika meninggalkan badannya, ia datang padaku, O Arjuna.
(Bhagawadgita. IV. 9)
Hakikat Punarbhawa
pada Bhagawadgita. VII.27 dan Bhagawadgita. VII.28 berikut ini.
Icchā dveṣasamutthena dvandvamohena bhārata,
Sarvabhūtāni saṁmohaṁ sarge yānti parantapa.
Terjemahannya:
Semua makhluk lahir dalam keadaan tertipu, o Bharata, disebabkan oleh kedua sifat yang timbul dari keinginan dan kemarahan, o penakluk musuh. (Bhagawadgita. VII.27).
Yesam tv antugatam papam jananam punyaKarmanam,
Te dvandva moha nirmukta bhajante mam drdha vratah.
Terjemahannya:
Akan tetapi, bagi mereka yang salah, yang dosanya sudah bebas dari tipuan kedua sifat tadi, menyembah Aku dengan penuh ketekunan dan keyakinan. (Bhagawadgita. VII.28)
- Berdasarkan isi sloka tersebut, dijelaskan bahwa terdapat dua sifat, yaitu “keinginan dan kemarahan” yang menjadi penyebab kelahiran kembali. Akan tetapi, bagi mereka yang mampu mengendalikan kedua sifat tersebut dan tekun melakukan pemujaan dengan penuh keyakinan, maka kualitas diri akan semakin meningkat.
Manusia memiliki lima lapisan badan yang wajib diketahui dalam upaya meningkatkan kualitas diri melalui panca maya kosa,
- annamaya kosa, terbuat dari makanan dan minuman;
- pranamaya kosa, terbuat dari prana atau energi;
- manomaya kosa, terbuat dari alam pikiran;
- wijnanamaya kosa, terbuat dari pengetahuan;
- anandamaya kosa, terbuat dari rasa kebahagiaan.










Komentar
Posting Komentar